Selasa, 15 Desember 2009

makalah perkembangan peserta didik

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Perkembangan prilaku pribadi adalah perubahan yang terjadi pada setiap individu menuju tingkat kedewasaanya yang berlangsung secara sistematis,progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis.
Namun untuk dapat berkembangnya prilaku pribadi seseorang itu ada beberapa yang perlu diperhatikan diantaranya konsep dasar perkembangan prilaku pribadi, proses perkembangan prilaku pribadi tersebut serta hukum perkembangan prilaku pribadi yang harus diperhatikan.
Dengan memperhatikan hal di atas tersebut seseorang dapat mengembangkan prilaku pribadinya dengan baik,tapi tidak semua orang atau individu dapat mengembangkan prilaku pribadinya dengan baik,hal itu disebabkan karena tidak semua orang memperhatikan hal tersebut.
Agar kita dapat mengenbangan prilaku pribadi kita baik,kita harus mendekatkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,dan dapat membedakan antara yang baik dan buruk.

2. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan, maka yang menjadi batasan permasalahan dalam penyusunan makalah ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Perkembangan Prilaku Pribadi itu
2. Apa saja yang menjadi Konsep Dasar Perkembangan Prilaku Pribadi itu
3. Bagaimana Proses Perkembangan Prilaku Pribadi itu
4. Apa saja yang menjadi Hukum Perkembangan Prilaku Pribadi itu

3. Tujuan
Makalah ini kami buat guna memenuhi salah satu tugas dari Ibu Iis Rosmiati, Dra.M.M. Selaku dosen Mata Kuliah Perkembangan Peserta didik untuk bahan presentasi kami Kelompok dua yang berjumlah lima orang.
Adapun tujuan dari pembahasan tentang Konsep Dasar,Proses dan Hukum Perkembangan Prilaku Pribadi ini kami khusunya dan rekan-rekan pada umumnya dapat memahami materi tersebut dengan cara saling melengkapi antara kami,rekan-rekan dan Ibu Dosen. Sehingga akan menambah pengetahuan yang lebih luas tentang Perkembangan Prilaku Pribadi.
Dengan diadakannya presentasi ini diharapkan mahasiswa dapat memahami materi-materi tentang Perkembangan Prilaku Pribadi, diantaranya :

1. Memahami konseptual tentang Perkembangan prilaku pribadi
2. Memahami tentang konsep dasar dan , proses perkembangan prilaku pribadi
3. Memahami tentang proses perkembangan prilaku pribadi
4. Memahami tentang hukum perkembangan prilaku pribadi
5. Untuk memperoleh pemahaman mengenai Perekembangan Prilaku pribadi






















BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP DASAR, PROSES DAN HUKUM PERKEMBANGAN
PRILAKU PRIBADI

A. KONSEP DASAR
Perkembang di sini di artikan sebagai perubahan yang di alami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya (maturity) yang berlangsung secara sistematis ,progresif dan berkesinambungan baik fisik atau psikis.
Perkembangan bertalian dengan beberapa konsep
pertumbuhan (Growth) diartikan sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah atau fisik dan atau menunjukan kepada fungsi tertentu yang baru (yang tadinya belum nampak ) dari individu atau organisme tersebut.
Kematangan (masa peka/Maturation) menunjukan kepada suatu masa tertentu yang merupakan titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan. (Witherington : 1952), atau merupakan sebagai titik tolak kesiapan (readiness) dari suatu fungsi (psikofisis) untuk menjalankan fungsinya [Hurlock :1956].
Dan belajar ( learning ),serta latihan (training). menunjukan kepada perubahan pola-pola sambutan atau prilaku dan aspek-aspek kepribadian tertentu sebagai hasil usaha individu/organisme yang bersangkutan dalam batas-batas waktu setelah tiba masa peka.
Dengan demikian, dapat di bedakan bahwa perubahan prilaku pribadi sebagai hasil belajar itu berlangsung secara intensional atau dengan sengaja diusahakan oleh individu yang bersangkutan, sedangkan perubahan dalam arti pertumbuhan dan kematangan berlangsung secara alamiah menurut jalannya pertambahan waktu atau usia yang ditempuh oleh yang bersangkutan.
Lefranlois (1975),berpendapat bahwa kosep perkembangan memiliki makna yang luas,mencakup segi-segi kuantitatif dan kualitatif serta aspek-asprk fisik-psikis seperti yang terkandung dalam istilah-istilah pertumbuhan, kematangan, belajar atau pendidikan dan latihan.
Uraian diatas mengimplikasikan bahwa manifestasi perkembangan individu dapat ditunjukan dengan munculnya atau hilangnya, bertambah atau berkurangnya bagian-bagian, fungsi-fungsi atau sifat-sifat psikofisis,baik secara kuantitatif maupun kualitatif, yang sampai batas tertentu dapat diamati dan diukur dengan mempergunakan teknik dan istrumen yang sesuai (appropruate).
Perubahan-perubahan aspek fisik dapat diidentifikasikan relatif lebih mudah menifestasinya, karena dapat dilakukan pengamatan dan pengukuran secara langsung, seperti :
Pertumbuhan badan, baik berat badan maupun tinggi badan.
Pertumbuhan gigi maupun tanggalnya.
Pertumbuhan bulu-bulu,dan sebagainya.
Lain halnya dengan segi-segi psikis yang relatif sulit untuk identifikasinya, karena kita hanya dapat mengamati dan sampai batas tertentumengukur menifestasinya, perkembangan tersebut secara tidak langsung dalam bentuk atau wujud prilaku yang sebenarnya pula tergantung dan dipengaruhi oleh tingkat-tingkat pekembangan aspek fisiknya.
Beberapa diantara bentuk wujud perkembangan prilaku tersebut antara lain :
Perkembangan perseptual (pengamatan ruang, wujud, dan situasi)
Perkembangan penguasaan dan kontrol motorik (koordinasi pengindraan dan gerak)
Perkembangan penguasaan pola-pola keterampilan mental fisik (cerdas, tangkas dan cermat)
Perkembangan penguasaan bahasa dan berprilaku.
Beberapa cara pendekatan dalam memahami perkembangan prilaku pribadi.
Ada dua cara pendekatan utama yang mafestasinya seperti tersebut diatas itu, ialah :
Pendekatan longtudinal yaitu dipergunakan untuk memahami perkembangan prilaku pribadi seseorang atau sejumlah kasus tertentu (mengenai satu atau sejumlah aspek perilaku pribadi tertentu) dengan mengikuti proses perkembangan dari satu titik waktu atau fase yang berikutnya.oleh karena itu,tekniknya berbentuk case study (studi kasus) case history, autobiografi, eksperimentasi, dan sebagainya.
Pendekatan cross sectional biasanya dipergunakan untuk memahami suatu aspek perkembangan tertentu pada suatu atau beberapa kelompok populasi tingkatan usia subjek tertenru secara serempak pada saat yang sama.oleh karena itu, teknik yang sesuai dengan pendekatan ini, antara lain teknik survei. Sudah barang tentu sampai batas-batas tertentu dapat dipergunakan kombinasi atau elektrik denfgan pendekatan longitudional.

B. PROSES PERKEMBANGAN PRILAKU PRIBADI
1. Secara esensial ada tiga hal yang perlu dipahami :
a. Sejak kapan dimulai dan berakhirnya, Variasi individual memang terjadi, ada yang kebih awal (premature) dari waktu tersebut dan ada pula yang lebih lambat (late mature) bergantung kondisinya.mulai sejak lahir bayi menjalani masa kanak-kanak,remaja,dewasa,sampai hari tuanya yang pada umumnya memerlukan waktu (life span) sedkitar 60-70 tahun,yang sudah barang tentu bervariasi pula sesuai dengan kondisi yang memungkinkannya
b. Faktor-faktor apa yang mempengaruhinya, Ada tiga faktor dominan yang mempengaruhi proses perkembangan individu, ialah :
Ø factor pembawaan (heredity) yang bersifat alamiah (nature),
Ø faktor lingkungan (environment) yang merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan (nurture), dan
Ø faktor waktu (time) yaitu saat-saat tibanya masa peka atau kematangan (naturation),dan
Ketiga factor dominan itu dalam proses berlangsungnya perkembangan individu berperan secara interaktif, yang dapat dijelaskan secara fungsional atau regresional.
Dengan demikian formula-formula P = f(H, E, T) atau P = a + b,1H + b,2E + b 3T + Ekirannya dapat juga dipergunakan untuk menjelaskan seberapa besar bobot(weight) kontribusi dan bagaimana arahnya (positif atau negatif) dari setiap faktor dominan (H = heredity/nurture dan T = time/maturition) tersebut terhadap perkembangan perilaku dan pribadi.
c. Bagaimana berlangsungnya proses tersebut.



2. Secara faktual,
Perkembangan bukan dimulai sejak kelahiran seseorang dari rahim ibunya,melainkan sejak terjadinya konsepsi,ialah sejak terjadinya pembuahan atau perkawinan yang menghasilkan benih manusia (zygote) yang kemudian berkembang menjadi organisme atau janin (embryo) sebagai calon manusia yang dikenal sebagai fetus (bayi dalamkandungan). Pada umumnya fetus memerlukan waktu sekitar sembilan bulan atau 266 hari (Lefrancois:1975) sampai matang (mature) atau lahir (natal).
Ada tiga kemungkinan kecenderungan arah garis perkembangan hidup seseorang yang dapt digambarkan secara visual, sebagai berikut.
a. Pada individu-individu yang tergolong normal pada umumnya perkembangan laju pesat sampai usia lima belas tahun, di mana tercapainya titik optimal kedewasaan perkembangan fungsi-fungsi fisik dan psikis (intelektual).
b. Bagi mereka yang tidak memperoleh kesempatan untuk belajar atau melatih fungsi-fungsinya (terutama segi intelektual), maka kemampuannya cenderung tidak berkembang lagi sampai usia sekitar empat puluh tahunan. Bahkan, setelah mencapai usia tersebut kemampuannya mulai menurun, malahan tidak kurang jumlahnya yang menuju pikun pada hari-hari tuanya
c. Bagi mereka yang bernasib baikuntuk memperoleh kesempatan belajar atau melatih fungsi-fungsi psikofisiknya lebih lanjut, maka perkembangan kemampuan fungsi-fungsi masih ada baiknya bersifat peningkatan atau perluasan sampai taraf empat puluhan pula. namun selanjutnya, setelah dijalani usia tersebut tidak berkesempatan lagi belajar, tetapi hanya bekerja, secara routline dan monoton, maka cenderung untuk berada pada titik jenuh tersebut dan tidak berkembang lagi namun bagi mereka yang terus berusaha belajar dan mengumuli perkembangan informasi-informasi mutakhir, perkembangan itu dapat terjadi meskipun hanya bersifat perluasan atau pendalaman
Beberapa Model Pentahapan (Stages) Perkembangan Perilaku dan Pribadi dengan Karakteristiknya
Perkembangan berlangsung secara bertahap, dalam arti:
a. Bahwa perubahan yang terjadi bersifat maju meningkat dan atau mendalam dan/atau meluas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif (prinsip progresif);

b. Bahwa perubahan yang terjadi antarbagian dan/atau fungsi organisme terdapat interdepedensi sebagai kesatuan integral yang harmonis (prineip sistematik);
c. Bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan dan berurutan dan tidak secara kebetulan dan meloncat-loncat (prinsip berkesinambungan)
Memperhatikan kompleksitas dari sifat perkembangan perilaku dan pribadi individu itu, maka untuk keperluan studi yang saksama, para ahli telah mencoba mengembangkan model pentahapan (stages) mengenai proses perkembangan tersebut sehingga memungkinkan pilihan focus observasi pada aspek atau fase tertentu baik secara longitudinal maupun cross sectional.
Beberapa contoh model tersebut antara lain dikembangkan oleh:
1) Aristoteles (384-233 SM)
Ia membagi masa perkembangan individu sampai menginjak dewasa dalam tiga septima berdasarkan perubahan ciri fisik tertentu.
Nama tahapan
Waktu
Indikator
(1) masa kanak-kanak
(2)masa anak sekolah
(3) masa remaja
0;0 – 7;0
7;0 – 14
14;0 – 21
Pergantian gigi
Gejala pubertas
(cirri-ciri primer dan sekunder)

2) Hurlock (1952)
Ia membagi fase-fase perkembangan individu secara lengkap sebagai berikut.
Nama tahapan
Waktu
Indikator
(1) prenatal
(2) infacy
(3) babyhood
(4) childhood
(5) adolescence

(6) adulthood
(7) middle age
(8) old age
Conception–280 days
0 – 10 to 14 days
2 weeks – 2 years
2 years – adolvence
13 (girls) – 21 years
14 (boys) – 21 years
21 -25 years
25 -30 years
30 years – death
Perubahan-perubahan psikofisis


3) Piaget (1961)
Dengan menobservasi aspek perkembangan intelektual, Piaget mengembangkan model pentahapan perkembangan individu sebagai berikut.
Nama tahapan
Waktu
(1) Sensorimotor
(2) Preoperational
(a) Preconceptual
(b) Intuitive
(3)Concrete operations
(4)Formal operations
0 – 2 years
2 – 7 years
2 – 4 years
4 – 7 years
7 – 11 years
11 – 15 years

4) Erikson (1963)
Ia mengamati beberapa segi perkembangan kepribadian dan mengembankan model pentahapan perkembangan tanpa menunjukkan batas umur yang jelas atau tegas, namun menunjukkan komponen yang menonjol pada setiap fase perkembangan.
Developmential Stages Basic Components
Nama tahapan
Waktu
Infacy
Early childhood
Preschool age
Scholl age
Adolescence
Young adulthood
Adulthood
Senescence
Trust vs mistrust
Autonomy vs shame, doubt
Iniative vs guilt
Industry vs inferiority
Identity vs identity confusion
Intimacy vs isolation
Generativity vs stagnation
Ego integrity vs despair

5) Witherington (1952)
Mengobservasi penonjolan aspek perkembangan psikofisik yang selaras dengan jenjang praktek pendidikan, ia membagi tahap yang lamanya masing-masing tiga tahun perkembangan individu sampai menjelang dewasa.
Stages Indikator
Nama tahapan
Waktu
Indikator
1.
2.
3.
4.
5.
6.
0;0 – 3;0
3;0 – 6;0
6;0 – 9;0
9;0 – 12;0
12;0 – 15;0
15;0 – 18;0
Perkembangan fisik yang pesat
Perkembangan mental yang pesat
Perkembangan social yang pesat
Perkembangan sikap individualis
Awal penyusuaian social
Awal pilihan kecendrungan pola hidup yang akan diikiuti sampai dewasa

C. HUKUM (PRINCIPLES) PERKEMBANGAN PERILAKU DAN PRIBADI SERTA IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN.
Hukum
Implikasi
Perkembangan dipengaruhi oleh factor-faktor pembawaan, lingkungan, dan kematangan.
Proses perkembangan itu berlangsumg secara bertahap (profresif, sistematik)









Bagian – bagian dari fungsi-fungsi organisme mempunyai garis perkembangan dan tingkat kematangan masing-masing. Meskipun demikian, sebagai kesatuan organis dalam prosesnya terdapat korelasi dan bahkan kompensatoris antara yang satu dengan yang lainnnya. berkesinambungan).
Terdapat variasi dalam tempo dua irama perkembangan antar-individual dan kelompok tertentu (menurut latar belakang jenis, geografis, dan kultur).

Proses perkembangan itu pada taraf awalnya bersifat diferensial dan pada akhirnya lebih bersifat integrasi antarbagian dan fungsi organisme.


Dalam batas-batas masa peka, perkembangan dapat dipercepat atau diperlambat oleh kondisi lingkungan.



Laju perkembangan anak berlangsung lebih pesat pada periode kanak-kanak dari periode-periode berikutnya.

Pengembangan (penyusunan, pemilihan, penggunaan) materi, strategi, metodologi, sumber, evaluasi belajar-mengajar hendaknya diperhatikan
Program (kurikulum) belajar-mengajar disusun secara bertahap dan berjenjang:
Dari sederhana menuju kompleks
Dari mudah menuju sukar.
System belajar-mengajar diorganisasikan agar terlaksananya prinsip :
Ø Mastery learning (belajar tuntas)
Ø Continuous progress (maju berkelanjutan)
Sampai batas tertentu, program dan strategi belajar-mengajar seyogyanya dalam bentuk:
Correlated curriculum, atau
Broadfields, atau
Subject maiter oriented,(sampai batas tertentu pula )


Program dan strategi-mengajar, sampai batas tertentu seyogyanya diorganisasikan agar memungkingkan belajar secara individual disamping secarakelompok (misalnya, dengan system pengajaran modul).
Program dan strategi belajar-mengajar seyogyanya diorganisasikan agar memungkinkan proses yang bersifat :
Deduktif – Induktif
Analisis – Sintesis
Global –Spesifik – Global
Program dan strategi belajar-mengajar seyogyanya dikembangkan dan diorganisasikan perlakuan (intervensi) yang dapat merangsang, mempercepat, dan menghindari ekses memperlambat laju perkembangan anak didik
Lingkungan hidup dan pendidikan anak-anak (TK) sangat penting untuk memperkaya pengalaman dan mempercepat laju perkembangannya
BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Sebagaimana telah diuraikan diatas tentang Konsep Dasar, Proses dan hukum Perkembangan Priklaku Pribadi, maka penulis dapat menarik kesimpulan anatara lain sebagai berikut :
1. Perkembang prilaku pribadi adalah perubahan yang di alami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya (maturity) yang berlangsung secara sistematis ,progresif dan berkesinambungan baik fisik atau psikis.
2. Konsep Dasar Perkembangan Prilaku Pribadi diantaranya yaitu : pertumbuhan (Growth), Kematangan(masa peka/ Maturation), Dan belajar (learning ),serta latihan (training).
3. Proses Perlembangan Prilaku Pribadi terbagi dua, yaitu :
Ø Secara esensial ada tiga hal yang perlu dipahami : Sejak kapan dimulai dan berakhirnya, Faktor-faktor apa yang mempengaruhinya, Bagaimana berlangsungnya proses tersebut.
Ø Secara faktual, yaitu Perkembangan bukan dimulai sejak kelahiran seseorang dari rahim ibunya,melainkan sejak terjadinya pembuahan atau perkawinan yang menghasilkan benih manusia (zygote) yang kemudian berkembang menjadi organisme atau janin (embryo) sebagai calon manusia yang dikenal sebagai fetus (bayi dalamkandungan).
4. Hukum Perkembangan Prilaku Pribadi itu tidak lepas dari implikasi bagi kehidupan,jadi perkembangan prilaku pribadi itu sangan erat kaitannya dengan kehidupan.

B. Saran
Setelah Penulis Menguraikan masalah tersebut banyak sekali kekurangannya. Untuk itu kami harapkan kepada Ibu dosen khususnya dan kepada para rekan/pembaca pada umumnya untuk meneliti dan mengkaji kembali hal-hal yang berhubungan dengan masalah ini, supaya para pembaca mendapat wawasan yang lebih luas, dan kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya untuk perbaikan kami dalam penyusunan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Blair, G.M. (1954) Diagnostic and Remedial Teaching,N.Y.:The Mac Milan
Conger,J.J.(1975) Adolesscent and Youth:Psychological Development in a Changing Word, N.Y.:Harper and Harper
Makmun,Abidin Syamsudin (2005). Psikologi Kependidikan Bandung: PT. Rosda Karya
http://www.ikipbandung.com/ :Psikologi Kependidikan by Surya, Moch
http://www.WordPress.com. Theme: Redoable Lite by Dean J Robinson

Tidak ada komentar:

Posting Komentar